Begini Cara Budidaya Udang Vaname Agar Hasil Panen Melimpah Bagian 2



Kawasan Budidaya

Untuk mengatasi semua persoalan ter – sebut, tegas Hadi, maka pembentukan kelompok budidaya dalam suatu kawas – an atau klaster, seperti kawasan vaname mutlak diperlukan. Kawasan vaname memudahkan pengelolaan dan penerap – an biosekuriti yang ketat sehingga budidaya si bongkok bisa berlangsung secara berkesinambungan. Dalam wadah klaster, peran setiap ang – gota kelompok semakin menguat didu – kung pendampingan teknis budidaya, manajemen keuangan, dan pemasaran. Pembudidaya tradisional yang tergabung dalam klaster juga diarahkan untuk budidaya udang sistem semi-intensif dan in – tensif. Dengan sistem budidaya yang le – bih maju, produktivitas udang yang me – reka hasilkan akan lebih banyak dan ber – kualitas diikuti peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petambak.

Beberapa contoh klaster budidaya udang yang marak dikembangkan adalah Kampung Vannamei (KaVe) dan Rumah Tangga Vannamei (RtVe) yang diinisiasi PT Centralproteina Prima Tbk. (CPP), Kawasan Vannamei STP (Kavas) yang dirintis PT Suri Tani Pemuka (STP), dan revitalisasi tambak udang yang digarap Ditjen Perikanan Budidaya-Kementerian Kelautan dan Perikanan. Klaster udang CPP sudah dikembangkan di Jawa, Bali, Sumatera, dan Sulawesi. Program KaVe membentuk tambak seluas 0,5-1 ha/petak, sedangkan tambak RtVe sebesar 300-1.000 m2/petak.

Kavas, ungkap Hadi, sudah berkembang di Pulau Sumbawa dan Lombok, NTB, Pulau Bali, serta Pulau Sulawesi tepatnya di Kabupaten Muna, Bombana dan Kolaka, Sultra. Kavas di Sumbawa sudah mencapai 39,3 ha atau 77%. Sisanya, seluas 12 ha adalah tambak udang non-Kavas. Jumlah anggota Kavas sebanyak 34 orang atau mencapai 79%. Sementara, luasan Kavas di Lombok sekitar 10 ha de – ngan ang gota 33 pembudidaya. Sedang – kan, tambak non-Kavas hanya 5,6 ha yang dimiliki 22 orang. Kavas juga berkembang pesat di Bali de – ngan lahan seluas 22 ha dan anggota 31 anggota. Lahan non-Kavas tinggal 2 ha dengan jumlah pembudidaya 8 orang. Di Sulawesi Tenggara pun Kavas diminati pa – ra pembudidaya udang. Tercatat 20 ang – gota dengan tambak seluas 59 ha atau 47 petak di Muna, 24 anggota dengan 66 pe – tak seluas 29 ha di Bombana, dan 30 ang – gota yang mengelola 60 petak seluas 49 ha di Kolaka. STP pun melebarkan Kavas ke Provinsi Lampung.

Kembangkan Daerah

Menurut Rudi Hartono, pengelola Kavas Lampung menjelaskan, Kavas adalah ka – wasan budidaya udang vaname yang terdiri dari kelompok pembudidaya terintegrasi. Kelompok-kelompok ini mengguna – kan benur, pakan, dan standar operasional prosedur (SOP) budidaya serta bim bing an teknis dari tenaga profesional PT STP. Alur sistem Kavas adalah STP memasok benur, pakan dan obat-obatan, juga tenaga pendamping di lokasi dan lab keliling. Selain itu, perusahaan pakan ikan dan udang berbasis di Jakarta ini menyediakan tambak demonstrasi yang mene – rapkan SOP STP sehingga bisa diduplikasi oleh pembudidaya kelompok. Rudi menambahkan, pembentukan Ka – vas di Lampung Timur (Lamtim) merupakan salah satu upaya mengembalikan kejayaan udang di daerah ini.

Sebab pada era 90’an, Lamtim adalah sentra budidaya udang di Provinsi Lampung. Apalagi, me – nu rut Ilyas, Sekretaris Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Lampung Ti – mur, wilayah ini memiliki zona perikanan budidaya amat luas yang tersebar di Ke – camatan Labuhan Maringgai dan Pasir Sakti. Sekurangnya ada 8.000-an ha lahan yang bisa dikembangkan untuk budidaya udang dan ikan lainnya. Ilyas menambahkan, pembentukan Kavas di Lampung memberikan suntikan semangat untuk mengembangkan budidaya udang. “Ini menjadi batu loncatan bagi kita untuk memajukan sektor per – ikanan di Lampung Timur,” ujarnya.

Ia juga mengemukakan, pengembangan budidaya udang tersebut membutuhkan be – nur dan pakan berkualitas, peralatan bu – di daya, dan yang tak kalah penting ada – lah pelatihan teknis budidaya udang va – na me. Pelatihan sangat diperlukan meng ingat selama ini pembudidaya udang di Lamtim hanya berbekal pengalaman budidaya udang windu. Itu pun secara tradisional. Untuk mendukung pengembangan va – name di Lamtim, Ilyas pun berjanji memfasilitasi kebutuhan pembudidaya. Se – bab, pengembangan budidaya udang mendukung visi dan misi Kabupaten Lam pung Timur, yakni mewujudkan ma – sya rakat yang sejahtera melalui pertanian yang berkesinambungan. Ia juga minta pembudidaya menjaga hubungan kerja sama yang baik dengan perusahaan dan pemerintah daerah. “Hanya dengan kerja sama yang baik, kita bisa raih kembali kejayaan udang di daerah kita,” cetusnya



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *